S U N A N G I R I
1. SYEH MAULANA ISHAK
Kerajaan blambangan geger,karena sudah berbulan bulan rakyat kerajaan blambangan di landa penyakit. Bahkan putrid kedaton yang bernama dewi sekar dadu juga turut menderita sakit. Prabu menak sembuyu selaku sang ayah putri sudah memanggil berbagai dukun dan tabib untuk mengobati sang putri tapi sang putri belum sembuh juga.Hampir setiap hari ada saja rakyat blambangan yang meninggal dunia.karena tak sampaih hati melihat penderitaan putri dan rakyatnya prabu menak sembuyu selaku raja blambangan menyuruh patih,bajul,sengarah untuk mengumumkan sayembara, yaitu barang siapa yang dapat menyembuhkan sang putri serta dapat mengusir wabah penyakit dari kerajaan blambangan maka bila orang itu laki-laki akan dijodohkan dengan sang putri. Bila perempuan akan dijadikan saudara sang putri. Sayembara segera di sebar ke pelosok negeri tapi tidak ada satupun yang berani mengikutinya.
Pada suatu hari ada seorang brahmana bernama resi kandabaya menghadap raja. Brahmana itu berkata bahwa yang dapat menyembuhkan sang putri adalah seorang pertapa di gunung gresik namanya maulana ishak.
Prabu menak sembuyu kemudian mengutus putri bajul sengara dan beberapa orang prajurit ke gunung gresik. Sepuluh orang berkuda segera ke gresik setelah menempuh perjalanan selama seminggu sampailah utusan raja itu ke hadapan Maulana Ishak di Gunung Gresik.
“Apa maksud kedatangan kalian kemari”? Tanya syeh maulana ishak.
“Kami diutus raja bahwa tuan yang dapat menyembuhkan penyakit sang putri dewi sekardadu,”jawab patih bajul sengarah” “tuan pula yang sanggup mengusir wabah penyakit dari negeri blambangan. Bila hal itu terlaksana maka prabu menak sembuyu akan menjodohkan tuan dengan dewi sekardadu. Namun bila tuan tak dapat menyembuhkannya maka tuan dihukum mati.” Syeh maulana ishak diam beberapa saat kemudian berkata dengan suara berwibawa. “Agama islam adalah agama yang baik.suka menghormati tamu apa lagi tamu yang datang dari jauh. Aku tidak sampai hati mengecewakan hati rajamu. Aku akan datang ke blambangan untuk menyembuhkan putri dan rakyat blambangan. Ini kulakukan dengan ikhlas tanpa mengharapkan imbal jasa,bukan karena iming-iming akan dijodohkan dengan sekardadu. Nah sekarang berangkatlah kalian lebih dahulu.”
Patih bajul sengara kemudian mengajak anak buahnya kembali ke blambangan. Mereka harus menempuh perjalanan satu minggu untuk sampai di blambangan dari sini dapat disimpulkan betapa jauhnya jarak antara gunung gresik dengan blambangan.
Ketika patih bajul sengara sampai dikeraton blambangan hatinya terkejut bukan main. Suasana keraton tampak meriah sekali. Setelah diselidiki ternyata prabu menak sembuyu sedang merayakan hari ketujuh perkawinan antara Dewi Sekardadu dengan Syeh Maulana Ishak.
Patih bajul sengarah tercengang dia masih belum percaya atas keterangan beberapa ponggawa kerajaan di pun segera masuk kedalam istana dan bertemu dengan prabu menak sembayu.
“Kemana saja kau ini patih? “ Tanya prabu menak sembayu.
“Lho ? sudah jelas hamba baru datang dari gunung gresik” jawab sang patih.
“berapa lama waktu yang diperlukan untuk datang ke gresik “ ? Tanya prabu menak sembuyu.
“enam hari gusti prabu,jadi kami berada di perjalanan selama dua belas hari. “sahut patih bajul sengara. “gusti prabu apa sebenarnya yang telah terjadi ?” “sungguh aneh,” gumam sanf prabu “pada hari keenam sejak keperglanmu ke gunung gresik. Maulana ishak sudah datang ke istana ini dia telah berhasil menyembuhkan dewi sekardadu.dan sesuai dengan janjiku maka kujodongkan dia dengan putriku itu. Sekarang ini adalah perayaan hari ketujuhnya perkawinan maulana ishak dengan putriku.
Patih Bajul Sengara tercengang mendengar keterangan itu. Sewaktu berada di Gunung Gresik dia telah disuruh berangkat lebih dahulu oleh Maulana Ishak, tapi Maulana Ishak yang tampaknya hanya berjalan kaki itu ternyata sudah sampai lebih dahulu ke Blambangan. Berarti Maulana Ishak itu bukan orang sembarangan.
Patih Bajul Sengara masih setengah percaya, kemudian dia segera menemui Maulana Ishak, dia kuatir jangan-jangan ada orang lain yang mengaku sebaai Maulana Ishak yang datang ke Blambangan. Setelah bertemu dengan Maulana Ishak barulah Patih Bajul Sengara merasa yakin bahwa lelaki yan bersanding dengan Dewi Sekardadu itu memang Syeh Maulana Ishak.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar